Tampilkan postingan dengan label Pengantar MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

DASAR-DASAR PERENCANAAN


Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Sebuah rencana merupakan pernyataan dari apa yang dibutuhkan untuk dilakukan tugas sehingga mencapai tujuan. Perencanaan menunjukkan tujuan yang penting dan menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapainya. Perencanaan merupakan pijakan untuk tahapan lebih lanjut dari tugas-tugas manajerial yaitu pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan .

 Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
  1. Menetapkan tujuan dan target bisnis, yaitu mengetahui arah yang hendak dituju
  2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan, yaitu mengevaluasi apakah yang telah dicapai sampai sekarang
  3. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
  4. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
  5. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
Keuntungan Perencanaan
  1. Perencanaan mengembangkan fokus dan fleksibilitas, suatu organisasi yang mempunyai fokus berarti mengetahui apa yang terbaik, mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya dan mengetahui bagaimana cara melayani yang baik. Sedangkan fleksibilitas berarti organisasi beroperasi secara dinamis dan mempunyai pandangan ke depan.
  2. Perencanaan mengembangkan koordinasi , adanya perbedaan sub sistem dan kelompok dalam organisasi, memungkinkan dapat mencapai tujuan yang berbeda-beda dalam waktu yang bersamaan.
  3. Pengembangan Pengendalian meliputi pengukuran dan mengevaluasi hasil kinerja dan pengambilan tindakan korektif untuk mengembangkan hal-hal yang perlu..
  4. Perencanaan mengembangkan manajemen waktu, perencanaan membantu dalam menyeimbangkan antara waktu yang ada dengan kesepakatan dan kesempatan yang ingin dicapai.
 
Tipe Perencanaan
Pada umumnya berbagai macam perencanaan yang berbeda-beda, ada yang menfokuskan pada
  1. Perencanaan jangka pendek (shot range plans) ke perencanaan jangka panjang (long range plans)
  2. Perencanaan strategi dan perencanaan operasional
  3. Rencana tetap dan rencana sekali pakai (single use plans)

Perencanaan jangka pendek (shot range plans) merupakan perencanaan untuk jangka waktu satu tahun atau kurang, perencanaan jangka menengah untuk jangka waktu 1 sampai 2 tahun Sedangkan perencanaan jangka panjang (long range plans) merupakan perencanaan jangka waktu 5 tahun atau lebih.

Perencanaan strategis menunjukkan kebutuhan jangka panjang dan menentukan kegiatan komprehenshif yang telah diarahkan. Perencanaan operasional lingkup lebih sempit dibandingkan perencanaan strategis. Perencanaan operasional dedifinisikan sebagai kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategis dan untuk mencapai tujuan strategi tersebut, termasuk perencanaan operasional adalah :
  1. Perencanaan produksi
  2. Perencanaan keungan
  3. Perencanaan fasilitas
  4. Perencanaan pemasaran.
  5. Perencanaan sumberdaya manusia

Rencana tetap (standing plans) merupakan perencanaan yang digunakan untuk kegiatan yang berulang-ulang, terus menerus dan rencana sekali pakai (single use plans) digunakan hanya untuk situasi yang unik.

Minggu, 16 Oktober 2011

SEJARAH PEMIKIRAN MANAJEMEN


Sejarah Pemikiran manajemen meliputi :
  1. Pendekatan klasik (The Classical Approaches) memusatkan pada pengembangan prinsip universal yang dapat digunakan dalam berbagai situasi manajemen.
  2. Pendekatan Sumber Daya manusia/ The human resource approaches yaitu memusatkan kebutuhan manusia , kerja kelompok serta peranan factor-faktor social ditempat kerja
  3. Pendekatan kuantitatif atau ilmu manajemen/ The quantitative or management science approaches yaitu memusatkan pada penggunaan teknik-teknik matematis dalam perencanaan manajemen.
  4. Pendekatan modern / Modern Approaches, yaitu memusatkan pada pandangan system dan pemikiran kontigensi dengan kesadaran akan komitmen terhadap mutu dan kinerja yang tinggi

PENDEKATAN KLASIK (THE CLASSICAL APPROACHES)
Tiga cabang dari pedekatan klasik dalam manajemen mencakup :
  1. Manajemen ilmiah (scientific management),
Menurut Frederick W. Taylor dalam bukunya The Principles of scientific Management “ tujuan utama manajemen adalah memaksimalkan kesejahteraaan bagi perusahaan serta memaksimumkan kesejahteraan karyawan.  Dia dijuluki sebagai bapak manajemen ilmiah, dengan 4 prinsip manajemen ilmiah yaitu :
a.    Mengembangkan suatu ilmu untuk setiap pekerjaan , termasuk pedoman dalam bergerak, melakukan standarisasi pekerjaan serta menerapkannya dan menciptakan kondisi kerja yang layak.
b.    Memilih karyawan secara cermat sehingga terdapat kesesuaian antara kemampuan dan pekerjaan
c.    Melatih karyawan tersebut untuk melaksanakan pekerjaan dan meberikan insentif kepada mereka sehingga bersedia melakukan pekerjaan yang telah diilmiahkan tersebut.
d.    Membantu para karyawan tersebut dengan cara merencanakan pekerjaan mereka serta mengusahakan supaya cara-cara yang telah ditentukan tersebut selalu diterapkan dalam pekerjaan.
  1.  Prinsip-prinsip Administratif (administrative principles).
Pendekatan ini mendasarkan usaha dengan mencatat dan memahami pengalaman para manajernya yang dianggap sukses. Henri fayol dalam bukunya Administration Industrielle et Generale. Buku tersebut mengungkapkan pandangannya tentang manajemen organisasi yang baik, dia mengidentifikasikan lima aturan atau kewajiban dari manajemen yang mirip dengan  prinsip manajemen perencanaan, pengorganisasian , pengarahan dan pengendalian. Kelima prinsip manajemen menurut fayol adalaha :
a.    Foresight yaitu menyusun sebuah rencana tindakan untuk masa depan
b.    Organization, menyediakan dan mengerahkan  sumber daya untuk menerapkan rencana tersebut.
c.    Command, yaitu memimpin,memilih dan memberikan penilaian terhadap para pekerja sehingga mereka akan bekerja secara baik untuk mencapai rencana tersebut.
d.    Coordination yaitu menyelaraskan usaha dari masing-masing sub unit serta memastikan terhadap semua infomarasi sudah disebarkan dan permasalahan sudah terpecahkan
e.    Control yaitu memastikan bahwa segala sesuatu terjadi sesuai rencana serta melakukan tindakan pembetulan yang diperlukan.
Mary Parker Follet, memberikan pandangannya bahwa kelompok dan komitmen yang tinggi terhadap kerjasama antarmanusia. Kelompok merupakan mekanisme dimana individu yang beraneka ragam dapat menggabungkan bakat-bakat yang dimiliki untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Tugas manajer  adalah membantu karyawan dan organisasi untuk saling bekerjasama mencapai kepentingan-kepentingan yang terintegrasi.
  1. Organisasi Birokratis (Bureucratic Organization)
Max Weber memberikan pemikiran tentang konsep birokrasi yakni bentuk organisasi yang ideal dengan tujuan yang rasional serta sangat efisien yang didasarkan atas prinsip-prinsip yang masuk akal, serta wewenang formal. Berikut konsep birokrasi Weber sebagai berikut :
a.    Pembagian tugas yang jelas , pekerjaan ditentukan dengan jelas, karyawan menjadi sangan terampil dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.
b.    Hirarki wewenag yang jelas
c.    Aturan dan prosedur formal, petunjuk tertulis yang mengatur setiap perilaku dan keputusan
d.    Impersonal, aturan dan prosedur diterapkan secara menyeluruh, tidak ada satupun yang mendapatkan perlakuan khusus.
e.    Jenjang karier didasarkan atas kualitas, karyawan dipromosikan dan dipilih berdasarkan kemampuan dan kinerja, manajer seharusnya karyawan yang professional.

 PENDEKATAN SUMBERDAYA MANUSIA (HUMAN RESOURCE APPROACH)

Pendekatan sumbedaya manusia menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bersifat sosial dan ingin mengaktualisasikan didrinya, memberikan reaksi atas tekanan dari kelompok serta berusaha memenuhi kebutuhan pribadi. Beberapa teori pendekatan sumberdaya manusia dikembangkan oleh Studi Hawthorne  Elton Mayo, Teory X dan TeoyY Douglas McGregor, Teori Kebutuhan Manusia Abraham Maslow dan Teori Kepribadian dan Organisasi Chris Argryis

1.            Studi Hawthorne  Elton Mayo . Mayo menyimpulkan  bahwa kondisi sosial baru yang diciptakan bagi para pekerja di ruang test mempunyai peran besar dalam meningkatkan produktivitas. Terdapat 2 faktor , pertama adalah suasana kelompok dimana para pekerja saling menciptakan hubungan sosial yang mendukung serta bersama-sama ingin melakukan pekerjaan dengan baik. Kedua adalah pengawasan yang lebih partisipatif, para pekerja sering banyak diberi informasi dan  dimintai pendapat .
2.            Teori Kebutuhan Manusia Abraham Maslow. Kebutuhan manusia merupakan landasan utama. Kebutuhan merupakan keresahan yang dapat mempengaruhi sikap dan prilaku kerja. Maslow mengatakan bahwa terdapat lima tingkatan kebutuhan manusia yaitu fisiologi, keamanan, sosial, prestasi dan aktualisasi diri. Teori didasarkan pada dua  prinsip, pertama  prinsip defisit bahwa kebutuhan yang telah terpenuhi bukan merupakan motivator dalam prilaku. Prinsip kedua prinsip berurutan (progressi on principle) kelima kebutuhan tersebut merupakan suatu hirarki. Suatu kebutuhan pada setiap tingkatan akan muncul apabila pada tingkat yang lebih rendah sudah terpenuhi. Maslow berpendapat bahwa orang berusaha untuk memenuhi kelima kebutuhan tersebut secara berurutan. Kebutuhan yang belum terpenuhi akan menguasai perhatian individu dan menentukan perilaku sampai akhirnya kebutuhan tersebut terpenuhi. Dalam teori Maslow tersirat bahawa manajer yang mampu membantu karyawannya memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting mereka akan mencapai produktivitas.
3.            Teori X dan Teori Y Douglas McGregor. Dalam Buku Douglas McGregor  Human Side of Enterprise, bahwa sebaiknya manajer memberikan perhatian pada perubahan sosial dan akualisasi diri para karyawannya. Menurut Douglas McGregor para manajer hendaknya merubah pandagan mereka tentang sifat manusia dari sudut yang dia sebut “Teori X ke  Teori Y”

Teori X berasumsi bahwa karyawan                           
·         Tidak suka bekerja
·         Tidak mempunyai ambisi
·         Tidak bertanggungjawab
·         Enggan untuk berubah
·         Lebih suka dipimpin daripada memimpin

Teori Y berasumsi bahwa karyawan 
·      Suka bekerja
·      Mampu mengendalikan diri
·      Menyukai tanggungjawab
·      Penuh imajinasi dan kreasi
·      Mampu mengarahkan dirinya sendiri

4.            Teori Kepribadian dan Organisasi Chris Argryis. Argryis berpendapat bahwa manajer yang memperlakukan karyawan secara positif serta sebagai orang dewasa yang bertanggungjawab suatu pekerjaan , memberikan mereka tugas yang lebih bervariasi, serta menyesuaikan cara pengawasan yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih berpartisipasi serta menunjukkan hubungan manusia lebih baik

PENDEKATAN KUANTITATIF
Dasar-dasar yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif terhadap manajemen adalah teknik-teknik matematik yang digunakan untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan, Istilah management science sering diartikan sama untuk menggambarkan penerapan ilmiah dari teknik-teknik matematis dalam permasalahan manajemen. Langkah-langkah pendekatan ini meliputi identifikasi masalah, permasalahan tersebut kemudian dianalisis secara sistematis, kemudian model-model dan perhitungan-perhitungan matematis yang tepat diterapkan  dan akhirnya sebuah pemecahan yang optimum dicari.
Intisari dari pendekatan manajemen kuantitatif mencakup beberapa karakteristik berikut :
  1. Memusatkan pada pengambilan keputusan dan dampak akhirnya bagi tindakan manajmen
  2. Penggunaan kreteria ekonomi dalam keputusan, seperti biaya , pendapatan dan laba investasi
  3. Penggunaan model-model matematis dengan hukum-hukum dan rumus-rumus yang canggih
  4. Penggunaan komputer yang mempercerpat pemrosesan data dalam jumlah yang sangat banyakdan pemberian kesempatan  yang beraneka ragam

PENDEKATAN MODEREN
Pendekatan modern dalam manajemen mengakui pentingnya pemikiran klasik, sumberdaya manusia dan kuantitatif. Namun pendekatan ini mengatakan bahwa tak satu teoripun  atau model yang bisa diterapkan secara universal dalam segala situasi atau yang meniadakan  yang lain. Anggapan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah manusia merupakan makhluk yang sangat rumit dan mudah berubah . Kebutuhan mereka sangat banyak dan beraneka ragam serta dapat berubah sepanjang waktu. Mereka memiliki sejumlah bakat dan kemampuan yang dapat dikembangkan. Sehingga manajer  dan organisasi harus menanggapi perbedaan –perbedaan tersebut melalui strategis manajerial . Landasan utama dalam pendekatan ini mencakup the system view (pandangan sistem) dan contingens thinking (pemikiran kontigensi)
  1. Pandangan sistem (The system view), suatu sistem diartikan sebagai kumpulan bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama-sama mencapai tujuan dan subsistem adalah bagian kecil dari suatu sistem  yang lebih  besar.  Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sitem terbuka yang berinteraksi sdengan lingkungannya dalam proses mengubah input/masukan menjadi output/keluaran. Lingkungan luar merupakan  aspek yang penting dalam sistem terbuka.  Lingkungan tersebut merupakan asal sumberdaya sekaligus umpan balik dari pelanggan yang mempunyai dampak penting bagi operasi dan keluaran. Umpan balik dalam lingkungan memberikan masukan bagi organisasi tentang seberapa baik organisasi memenuhi kebutuhan konsumen dan masyarakat secara luas.
  2. Pemikiran Kontigensi (contingency thinking),  Pemikiran ini berusaha untuk menyesuaiakan antara tanggapan manajerial  dengan peluang dan permasalahan yang ada dalam berbagai macam situasi, terutama yang disebabkan  oleh perbedaan dalam lingkungan serta perbedaan dalam individu. Dalam pendekatan ini yang dicari bukan cara-cara yang terbaik untuk mengatasai situasi tersebut melainkan pemikiran kontigensi berusaha membantu manajer untuk memahami perbedaan-perbedaan  situasional tersebut dan menanggapi dengan cara-cara yang tepat. Pemikiran kontigensi juga mengakui bahwa suatu struktur yang tepat bagi suatu organisasi mungkin tidak tepat bagi organisasi yang lain, dan apa yang baik pada suatu saat mungkin tidak akan baik  dimasa datang karena lingkungan yang berubah.

Minggu, 02 Oktober 2011

PENGANTAR MANAJEMEN


Disetiap unit organisasi selalu muncul istilah manajemen. Sukses dan tidaknya suatu kegiatan tidak lepas dari manajemen, bahkan dalam diri kita juga selalu mengenal manajemen pribadi. Berikut ini beberapa pengertian manajemen :
1.                   Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
2.                   Manajemen adalah Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
3.                   Manajemen adalah Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)
4.                   Manajemen adalah Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997)
5.                   Manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan. (Luther Gullick)
6.                   Managemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat
Dari beberapa pendapat diatas maka dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan ilmu dan seni. Manajemen sebagai Ilmu,  manajemen memerlukan disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya misal ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan sebagainya. Manajemen sebagai suatu seni mempunyai ciri-ciri  bahwa kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat-sifat dan bakat para manajer dalam proses pencapaian tujuan seringkali melibatkan unsur naluri (instinct), perasaan dan intelektual dalam pelaksanaan kegiatan,  faktor yang cukup yang menentukan keberhasilannya adalah kekuatan pribadi (character) kreatif yang dimiliki. Disamping sebagai suatu ilmu dan seni, manajemen juga merupakan suatu profesi untuk dimasa yang akan datang yang berarti  merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai kader, pemimpin atau ‘manajer’ pada suatu organisasi / perusahaan tertentu.
Profesi ‘manajer’ merupakan sebuah profesi atau jabatan spesifik dan ‘prestigious’ sebagai ‘decision maker’ yang dapat menentukan berkembangnya suatu organisasi / perusahaan dimasa mendatang.



Faktor-faktor dalam pencapaian tujuan dapat meliputi :
  1. Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002)
2.       Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan.
3.       Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sumber daya organisasi dapat meliputi :
1.       Sumber Daya Manusia
2.       Sumber Daya Informasi
3.       Sumber Daya Fisik
4.       Sumber Daya Keuangan
5.       Sumber Daya Alam

Menurut  Drucker pengertian EFEKTIF adalah mengerjakan pekerjaan yang benar  atau tepat dan EFISIEN adalah mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
Menurut Stephen P Robbin (1993) fungsi manajemen antara lain meliputi aktifitas merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling) aktifitas bisnis dari suatu organisasi / perusahaan
Dari beberapa pengertian diatas dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa fungsi-fungsi  manajemen adalah :
1.                  Perencanaan (Planning), proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat  untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
2.                  Pengorganisasian (Organizing), proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
3.                  Pengarahan (Actuating/Directing), proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
4.                  Pengawasan (Controlling) proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
.
Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan
  1. Menetapkan tujuan dan target bisnis
  2. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
  3. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
  4. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
 Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian
  1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
  2. Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
  3. Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
  4. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
 Kegiatan dalam  Fungsi Pengarahan dan Implementasi
  1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
  2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
  3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
 Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
  1. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
  2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
  3. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Fungsi Operasional dalam Manajemen
  1. Manajemen Sumber Daya Manusia
  2. Manajemen Pemasaran
  3. Manajemen Operasi/Produksi
  4. Manajemen Keuangan
  5. Manajemen Informasi

Manajemen Sumber Daya Manusia
         Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah

Manajemen Pemasaran
         Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan

Manajemen Produksi
         Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi

Manajemen Keuangan
         Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan

Manajemen Informasi
         Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat