Tampilkan postingan dengan label TEORI EK. MAKRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEORI EK. MAKRO. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Konsep Just In Time (JIT)

Konsep just in time (JIT) adalah suatu cara yang relative baru dalam mengorganisasikan perusahaan yang memproduksi barang-barang seperti kendaraan bermotor, mesin-mesin dan peralatan. Ini berdasarkan konsep bahwa bahan mentah, bahan pelengkap dan tenaga kerja (buruh), masing-masing disuplai atau dibutuhkan hanya dalam jumlah dan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan proses produksi. Karena elemen dasar dari konsep ini adalah kerjasama atas jaringan kerja dalam proses produksi sehingga bahan baku dan bagian bagian lainnya dikirim ke lokasi dimana mereka dibutuhkan pada saat yang diperlukan.
Dalam industry dimana baik pelanggan dan supplier menggunakan konsep just in time, barang persediaan yang berupa bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi dapat dikurangi secara nyata. Akan tetapi penggunaan konsep just in time tidak hanya dipakai dalam manajemen inventory, namaun lebih bermanfaat dan lebih memfokuskan pada pengurangan kerusakan barang dalam semua bentuk, perbaikan arus perjalanan barang serta pengurangan lokasi tempat penyimpanan digudang.
Sasaran just in time adalah melakukan perbaikan secara terus menerus baik dalam fungsi produksi maupun non produksi. JIT ditujukan untuk menghilangkan segala bentuk pemborosan. Menurut Kiyoshi Suzuki dari Jepang pemborosan-pemborosan into meliputi :
1. Produksi yang berlebihan karena memproduksi barang melebihi jumlah yang diminta oleh pasar
2. karena waktu harus menunggu , sebagai pemborosan karena seorang operator kurang berinisiatif terhadap kerusakan mesin sehingga harus menunggu komando dari supervisor
3. pemborosan dalam pemrosesan sebagi contoh proses yang sebenarnya dapat dilakukan dengan mesin namun dilakukan dengan tangan
4. pemborosan persediaan , dengan persediaan yang berlebihan akan meningkatkan biaya produk karena memerlukan penanganan ekstra perlu tambahan ruang, orang yang menangani, beban bungan dan lain-lain
5. Pemborosan gerakan, contoh mungkin terus sibuk mencari peralatan yang ia perlukan tanpa member nilai tambah pada produk
6. Pemborosan karena produk cacat, jika kerusakan pada salah satu proses maka operator pada proses berikutnya akan memboroskan waktu untuk menunggu. Lebih lanjut perlu ada pengerjaan ulang atau produk yang cacat terbuang percuma.

Beberapa karakteristik utama dapat ditemukan pada perusahaan yang telah menerapkan konsep JIT adalah sebagai berikut :
1. Mutu yang lebih tinggi, mereka lebih cenderung menghasilkan barang yang mutunya tinggi walaupun dengan biaya produksi yang sedikit lebih mahal dari pada menghasilkan barang dengan biaya produksi murah tetapi mutunya rendah.
2. Rendahnya tingkat persediaan barang, ditekannya tingkat persediaan berperan meminimumkan penanganan persediaan.
3. Otomisasi beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui otomatisasi antara lain dalam hal mutu, fleksibilats, peningkatan kapasitas, mengurangitingkat persediaan, kepercayaan dari pelanggan, memperbaiki posisi dalam persaingan, penjualan yang meningkat dan dapat menghasilkan penghematan biaya yang besar.
4. Perubahan struktur organisasi yang mengarah ke produk
5. Penggunaan teknologi informasi secara efektif, informasi yang cepat dan tepat sangat dibuthkan oleh perusahaan yang menerapkan konsep JIT untuk dapat mendeteksi perubahan dari jadual rutin sehingga tidak menggangu pekerjaan atau proses yang lain.

Sabtu, 22 Januari 2011

Masalah Pembangunan Di Negara Berkembang

Perbandingan pendapatan per kapita diantara berbagai negra telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang besar dalam taraf kemakmuran Negara maju dan Negara berkembang. Beberapa Negara yang dulunya tergolong relative miskin sekarang memang telah menjadi Negara makmur dan tidak lama lagi akan tergolong sebagai Negara berpendapatan tinggi, misalnya di Asia Malaysia, Taiwan, Korea Selatan dan Thailand.
Ahli-ahli ekonomi telah banyak membuat analisis untuk mengetahui factor-faktor yang menjadi penghambat penting kepada usaha mempercepat pembangunan dinegara-negra tersebut. Kegiatan pertanian tradisional, kekurangan modal dan tenaga ahli, perkembangan penduduk yang pesat merupakan beberapa faktor penting yang menghalangi berbagai Negara untuk berkembang lebih cepat.

Pertanian Tradisional

Kekurangan modal, pengetahuan , infrastruktur pertanian dan aplikasi teknologi modern dalam kegiatan pertanian menyebabkan sector ini tingkat produktivitasnya sangat rendah dan seterusnya mengakibatkan tingkat pendapatan petani yang tidak banyak bedanya dengan pendapatan pada tingkat subsistem.
Dinegara-negara maju, sumbangan relatif sector pertanian kepada pendapatan nasional kecil, tetapi pada waktu yang sama jumlah penduduk yang bekerja disektor ini juga relative kecil. Namun demikian mereka mampu mengeluarkan hasil-hasil pertanian yang melebihi kebutuhan keseluruhan penduduknya. Salah satu faktor penting yang menimbulkan keadaan ini adalah penggunaan teknologi modern disektor pertanian. Keadaan yang dijumpai di sector pertanian negar-negar berkembang sangat berbeda sekali. Dibanyak Negara berkembang lebih setengah dari penduduknya berada disektor pertanian, masalah pengangguran tak kentara banyak dijumpai disektor ini.
Cara bercocok tanam masih tradisional, penggunaan input pertanian modern sangat terbatas, dan alat-alat pertanian yang digunakan masih tradisional. Semuanya ini menyebabkan tingkat produktivitas sector tersebut masih sangat rendah dan merupakan faktor penting yang menimbulkan pendapatan yang rendah dan masalah kemiskinan yang meluas.

Kekurangan Dana Modal dan Modal Fiskal
Salah satu syarat penting yang perlu dilakukan dalam mengembangkan suatu perekonomian adalah mewujudkan modernisasi dalam segala bidang ekonomi yaitu modernisasi disektor pertanian sendiri, mengembangkan kegiatan industri dan modernisasi dalam pemerintahan. Kekurangan modal adalah satu ciri penting dari setiap negara yang memulai pembangunannya dan kekurangan ini bukan saja mengurangi kepesatan pembangunan perekonomian yang dapat dilaksanakan, tetapi juga menyebabkan kesukaran kepada Negara tersebut untuk keluar dari keadaan kemiskinan. Perkembangan dan modernisasi suatu perekonomian memerlukan modal yang sangat banyak. Infrastruktur harus dibangun, sistem pendidikan harus dikembangkan dan kegiatan pemerintahan harus diperluas. Dan yang lebih penting lagi berbagai jenis kegiatan perusahaan dan industri modern harus dikembangkan . Ini berarti pihak pemerintah dan swasta memerlukan modal yang banyak untuk mewujudkan modernisasi diberbagai kegiatan ekonomi.

Peranan Tenaga terampil dan berpendidkan
Tersedianya modal saja tidak cukup untuk memoderkan suatu perekonomian. Pelaksana pemoderan tersebut harus ada. Dengan kata lain, diperlukan berbagai golongan tenaga kerja yang terdidik. Perkembangan system pendidikan merupakan suatu langkah yang harus dilaksanakan pada waktu usaha pembangunan mulai dilakukan. Disamping itu mereka memerlukan pengalaman untuk dapat menjalankan operasi kegiatan modern tersebut secara efisien.

Perkembangan penduduk Pesat
Mengenai sifat penduduk negara-negara berkembang, terdapat dua cirri penting yang menimbulkan efek yang buruk kepada usaha pembangunan yaitu 1) dibeberapa Negara jumlah penduduknya relative besar dan 2) tingkat perkembangan penduduk sangat cepat.
Dalam tahun 1950 jumlah penduduk dunia sekitar 2,5 milyar dan pada permulaan abad 21 ditaksir berjumlah 6,5 milyar. Kira-kira tiga per empat dari penduduk dunia berada di negar-negara berkembang. Ini berarti negar-negra berkembang pada keseluruhannya menghadapi masalah yang sangat besar dalam membangun perekonomian.

Masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik
Perkembangan ekonomi yang pesat memerlukan situasi politik. Dibebrapa Negara berkembang keadaan ini tidak terwujud. Pertentangan di golongan etnik didalam negeri, pertentangan dengan Negara tetangga adalah hal-hal yang menghambat pembangunan.
Faktor-faktor social dan kebudayaan juga pengaruhnya kepada masyarakat. Cara hidup dan berpikr yang tradisional seringkali menyebabkan masyarakat tidak bertindak secara rasional. Ini selanjutnya seringkali menyebabkan efek buruk kepada pertumbuhan ekonomi. Berbagai bentuk perubahan institusional adalah penting untuk mempercepat dan mempertinggi efisiensi pembangunan ekonomi. Sistem bank dan istitusi-institusi keuangan modern perlu dikembangkan. Perkembangan institusi keuangan akan menjamin efisiensi pengaliran tabungan dari sector rumah tangga ke para investor.

KEBIJAKAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN

Kestabilan politik dan ekonomi merupakan syarat penting yang perlu dipenuhi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Disamping itu, kebijakan pembangunan pemerintah dan pendekatan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan sumber-sumber yang tersedia sangat penting peranannya didalam usaha untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Berdsarkan kepada pengalaman pembangunan di berbagai Negara, analisi berikut menguraikan kebijakan-kebijakan yang selalu dijalnkan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Kebijakan Diversifikasi Kegiatan ekonomi
Negara berkembang yang miskin dan rendah pendapatan perkapitanya biasanya merupakan Negara pertanian tradisional yang sangat rendah. Produktivitas yang rendah ini merupakan penyebab pendapatan yang rendah. Dengan demikian untuk memajukan ekonominya negara berkembang perlu melakukan pembaruan dalam corak kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila suatu Negara mempunyai sumberdaya alam yang kaya, kegiatan lain di sector utama dan sector jasa dapat dikembangkan. Memproduksi hasil pertanian yang baru, mengembangkan sector jasa dapat dikembangkan. Memproduksi hasil pertanian yang baru, mengembangkan sector pertambangan dan mengembangkan tempat-tempat pelancongan merupakan usaha lain yang perlu dikembangkan apabila terdapat potensi untuk melakukan perkembangan tersebut.

Meningkatkan Tabungan dan Investasi
Pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tabungan masyarakat rendah. Sedangkan pembangunan memerlukan tabungan yang besar untuk membiayaai investasi yang dilakukan. Kekurangan investasi selalu dinyatakan sebagai salahsatu sumber yang dapat menghambat pembangunan ekonomi. Oleh sebab itu, satu syarat penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah meningkatkan tabungan masyarakat. Untuk itu system perbankan perlu dikembangkan .

Meningkatkan taraf Pendidikan Masyarakat.
Dari segi pandangan individu maupun dari segi negara secara keseluruhan , pendidikan merupakan satu investasi yang sangat berguna untuk pembangunan ekonomi. Semakin tinggi pendidikan cenderung semakin tinggi pula pendapatan yang mungkin diperoleh. Peningkatan dalam taraf pendidikan memberikan beberapa manfaat yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sumbangan dari taraf pendidikan yang semakin meningkat kepada pertumbuhan ekonomi adalah : 1) manajemen perusahaa-perusahaan moderen yang dikembangkan semakin efisien , 2) penggunaan teknologi modern dalam kegiatan ekonomi dapat lebih cepat berkembang 3) pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan daya pemikiran masyarakat. 4) berbagai pakar, tenaga ahli dan tenaga terampil yang diperlukan berbagai kegiatan ekonomi dapat disediakan.

Sabtu, 15 Januari 2011

Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan satu bidang penyelidikan yang sudah lama dibahas oleh para ahli ekonomi . Mazhab Merkantilisme yaitu pemikir ekonomi diantara abad ke 16 dan akhir abad ke 17 , yang banyak membahas peranan perdagangan luar negeri terhadap pembangunan ekonomi. Adam Smith dalam zaman ekonomi klasik dalam bukunga An Inquiry into the Nature and Causes of Wealth Nations atau terkenal dengan The Wealth of Nations .

Teori Pertumbuhan Klasik
Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik terdapat 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu :
1. jumlah penduduk
2. jumlah stok barang-barang modal
3. luas tanah dan kekayaan alam
4. tingkat teknologi
Menurut pandangan ahli-ahli klasik “ hokum hasil tambahan ekonomi semakin berkurang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi”. Ini berarti pertumbuhan ekonomi tidak akan terus berlangsung, pada permulaan apabila penduduk sedikit dan kekayaaan alam relative berlebihan, tingkat pengembalian modal dari investasi yang dibuat adalah tinggi. Maka para pengusaha akan mendapatkan keuntungan yang besar. Ini menimbulkan investasi baru dan pertumbuhan terwujud. Keadaan ini tidak akan berlangsung apabila penduduk sudah terlalu banyak, pertambahannya akan menurunkantingkat kegiatan ekonomi karena produktivitas setiap penduduk telah menjadi negatif, maka kemakmuran masyarakat menurun kembali, ekonomi akan mencapai tingkat perkembangan yang sangat rendah.

Teori Schumpeter
Teori ini menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi cara memproduksi dalam menghasilkan barang, memperluas pasar sesuatu barang ke pasaran-pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi keefiensienan kegiatan perusahaan. Berbagai kegiatan inovasi ini akan memerlukan investasi baru.
Analisa Schumpeter dimisalkan bahwa perekonomian dimulai dari keadaan yang tidak berkembang, tetapi keadaan ini tidak berlangsung lama. Segolongsn pengusaha menyadari tentang berbagai kemungkinan untuk mengadakan inovasi yang menguntungkan. Didorong oleh keinginan mendapatkan keuntungan dari mengadakan pembaharuan tersebut, mereka akan meminjam modal dan melakukan penanaman modal. Investasi yang baru akan meninggikan tingkat kegiatan ekonomi Negara, maka pendapatan masyarakat akan bertambah dan seterusnya konsumsi masyarakat menjadi bertambah. Kenaikan tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk menghasilkan lebih banyak barang dan melakukan penanaman modal baru.

Teori Harrod Domar
Teori Harrod Domar bertujuan untuk menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh (steady growth)dalam jangka panjang. Analisa ini didasari oleh :
1. barang modal telah mencapai kapasitas penuh
2. tabungan adalah proposional dengan pendapatan nasional
3. rasio modal-produksi tetap sama

Teori Pertumbuhan Neo-Klasik
Teori ini melihat dari sudut pandangan yang berbeda yaitu dari segi penawaran. Teori ini dikembangkan oleh Abramovits dan Solow, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan factor-faktor produksi. Dalam persamaan , pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan :


∆Y = f( ∆K , ∆L , ∆T )
∆Y adalah tingkat pertumbuhan ekonomi
∆K adalah tingkat pertumbuhan modal
∆L adalah tingkat pertumbuhan penduduk
∆T adalah tingkat pertumbuhan teknologi

Formula matematik ini membuat pembuktian secara kajian empiris yang menunjukkan suatu kesimpulan “ faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambhan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja.”. Sumbangan terpenting dari teori pertumbuhan Neo-Klasik bukanlah dalam menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, tetapi dalam sumbangannya untuk menggunakan teori teori tersebut untuk mengadakan penyelidikan empiris dalam menentukan peranan sebenarnya dari berbagai faktor produksi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
Penyelidikan Abramovits dan Solow menunjukkan pertumbuhan ekonomi 80 hingga 90 persen Amerika Serikat terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi pada abad ke 19 ke 20 . Penelitian ini juga dilakukan oleh Denison tahun 1950-1962 yang menganalisa faktor yang mengakibatkan perkembangan di negara maju, kesimpulan yang diperoleh adalah pertambhana barang-barang modal hanya mewujudkan 25 persen dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, 18 persen pertumbuhan di Eropa barat dan 21 persen pertumbuhan ekonomi di Inggris. Kesimpulan dari studi Denison menunjukkan bahwa bukan modal , tetapi teknologi dan perkembangan keterampilan yang menjadi factor utama yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi .

Sabtu, 18 Desember 2010

Neraca Pembayaran dan Perekonomian Terbuka

Neraca Pembayaran
Neraca Pembayaran adalah suatu aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara dengan negara lain dalam satu tahun tertentu. Suatu neraca pembayaran dapat dibedakan kepada dua bagian utama yaitu neraca berjalan dan neraca modal.

Neraca berjalan mencatat transaksi-transakai berikut :
1. Ekspor dan import barang tampak , transaksi ini meliputi hasil-hasil sektor pertanian , barang-barang industry dan barang-barang yang diproduksi oleh sektor pertambangan dan berbagai jenis impor barang tampak lainnya. Apabila nilai neraca itu positif, ia berarti bahwa ekspor barang-barang tam[ak adalah melebihi impornya. Sebaliknya apabila ia negatif maka I aberarti impor melebihi ekspor.
2. Nlai ekspor dan impor barang-barang tidak Nampak, transaksi ini meliputi pembayaran biaya pengangkutan dan asuransi dari barang-barang tampak yang diekspor atau di impor, perbelanjaan para pelancong, dan pendapatan investasi yang meliputi keuntungan , bunga atas modal yang diinvestasikan dan deviden. Neraca perdagangan tak tampak yaitu nilai bersih ekspor dan nilai impor jasa-jasa, dinamakan neraca jasa
3. Pembayaran pindahan, meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu membayar dalam bentuk uang atau jasa. contoh dari pembayaran pindahan adalah bantuan uang suatu negara Arab ke Afganistan.

Neraca modal meliputi aliran modal resmi dan investasi langsung oleh pihak swasta ke negara-negara lain. Aliran modal resmi adalah pinjaman dan pembayaran dimana antara badan-badan pemerintah disuatu negara dengan negara-negara lain . Investasi langsung swasta adalah investasi berupa mendirikan perusahaan terutama perindustrian. Modal yang dibelanjakan diperoleh dari negara asal perusahaan tersebut. Perbedaan antara modal jangka panjang yang diterima dari luar negari dengan modal jangka panjang yang bayarkan ke laur negari dinamkan neraca modal jangka panjang

Kurs valuta asing
Kurs valuta asing kurs mata uang asing menunjukkan harga atau nill\ai mata uang sesuatu negra dinyatakan dalam nilai mata uang negara lain. Dapat juga didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang dibutuhkan , yaitu banyaknya rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kurs antara lain :
1. Perubahan citrarasa masyarakat , mempengaruhi corak konsumsi mereka. Perbaikan kualitas barang-barang dalam negeri menyebabkan keinginan mengimpor berkurang dan dapat pula menaikkan ekspor, begitu juga sebaliknya perubahan –perubahan ini akan mempengaruhi permintaan dan penawaran valuta asing.
2. Perubahan harga barang ekspor dan impor, harga sesuatu barang merupakan salah satu factor penting yang menentukan apakah sesuatu barang akan diimpor atau diekspor. Perubahan harga –harga barang ekspor dan impor akan menyebabkan perubahan penawaran dan permintaan atas mata uang negara tersebut
3. Kenaikanharga umum (inflasi), inflasi yang berlaku pada umumnya cenderung untuk menurunkan nilai suatu valuta asing. Kecenderungan seperti ini wujud disebabkan efek inflasi sebagai berikut : 1) inflasi menyebabkan harga –harga di dalam negeri lebih mahal dari harga-harga diluar negeri dan oleh sebab inflasi kecenderungan menambah impor,2) inflasi menyebabkan harga-harga ekspor menjadi mahal, oleh karena itu inflasi berkecenderungan mengurangi ekspor
4. Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi, sku bunga dan tingkat pengembalian investasi sangat penting peranannya dalam mempengaruhi aliran modal. Suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang rendah cenderung akan menyebabkan modal dalam negeri mengalir ke luar negeri. Apabila lebih banyak modal mengalir ke suatu negra, permintaaan atas mata uangnya bertambah, maka nilai mata uang tersebut bertambah. Nilai mata uang suatu negra akan merosot apabila lebih banyak modal negara dialirkan ke luar negeri karena suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dinegara-negara lain.
5. pertumbuhan ekonomi, efek yang akan ditimbulkan oleh suatu kemajuan ekonomi kepada nilai mata uangnya tergantung kepada corak pertumbuhan ekonoi yang berlaku.

Kebijakan pemerintah dalam ekonomi terbuka.
Pada dasarnya masalah yang dihadapi oleh perekonomian terbuka akan berbentuk salah satu dari empat masalah berikut :
1. Masalah pengangguran , tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran
2. Masalah inflasi , tetapi terdapat surplus dalam neraca pembayaran
3. Masalah pengangguran , serta terdapat defisit dalam neraca pembayaran
4. Masalah inflasi , serta terdapat defisit dalam neraca pembayaran

Dalam menghadapi pengangguran atau inflasi yang diikuti pula masalah defisit dalam neraca pembayaran memerlukan langkah diantaranya dengan kebijakan memindahkan pembelanjaan ( untuk pengangguran yang dikuti defisit neraca pembayaran ) dan kebijakan pengurangan pembelanjaan (untuk inflasi yang diikuti defisit neraca pembayaran).

Kebijakan Memindahkan Pembelanjaan
Kebijakan memindahkan pembelanjaan adalah langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi defisit dalam neraca pembayaran yang mengakibatkan pertambahan ekspor dan pengurangan impor.

Langkah –langkah akan mengurangi impor dan mendorong konsumsi barang dalam negeri dapat dilakukan sebagi berikut :
1. melakukan pembatasan impor (menaikkan pajak impor)
2. menekan (mengurangi penggunaan valuta sing )
3. menurunkan nilai mata uang (devaluasi)

Langkah –langkah yang akan menambah ekspor sehingga menambah penerimaan valuta asing adalah :
1. Memberikan insentif fiscal dan moneter (free trade zone)
2. Mewujudkan kestabilan upah dan harga
3. Menurunkan nilai valuta

Kebijakan Pengurangan Pembelanjaan
Kebijakan pengurangan pembelanjaan adalah langkah pemerintah untuk mengatasai masalah kekurangan dalam neraca pembayaran dengan mengurangi perbelanjaan agregat dan tingkat kegiatan ekonomi negara. Kebijakan mengurangi pembelanjaan dapat dilaksanakan dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menaikkan pajak pendapatan
2. Menaikkan suku bunga dan menurunkan penawaran uang
3. mengurangi pengeluaran pemerintah

Devaluasi (penurunan nilai valuta )
Devaluasi biasanya dilakuakn oleh negar-negara yang menjalankan system kurs pertukaran tetap. devaluasi adalah tindakan pemerintah yang menurunkan nilai mata uangnya terhadap valuta asing. Contoh 1 dolar US = Rp 7.500, apabila di ubah oleh pemerintah menjadi Rp 10.000, maka dapat dikatakan pemerintah telah mendevaluasi mata uangnya.

Efek-efek yang mugkin dapat ditimbulkan devaluasi adalah :
1. Ekspor akan bertambah, karena di pasaran luar negeri ekspor lebih murah
2. Impor berkurang , karena barang luar negeri menjadi lebih mahal
3. kenaikan ekspor dan pengurangan impor akan memperbaiki neraca pembayaran
4. Pendapatan nasional akan bertambah karena, 1) ekspor naik, 2 ) pengurangan impor menaikkan permintaan produksi domestik
5. Mungkin inflasi berlaku, yaitu apabila kenaikan harga-harga barang impor akan mendorong kepada wujudnya kenaikan-kenaikan harga-harga produksi dalam negeri. Inflasi juga dapat berlaku jika devaluasi dilakukan ketika perekonomian mengalami kemakmuran yang tinggi

Sabtu, 11 Desember 2010

Perdagangan Luar negeri, Proteksi dan Globalisasi

Ahli-ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab Merkantilisme yaitu ahli-ahli ekonomi yang hidup disekitar abad ke 16 dan 17, berpendapat bahwa perdagangan luar negeri merupakan sumber kekayaan untuk suatu Negara. Menurut mereka suatu Negara dapat mempertinggi kekayaan dengan cara menjual barang-barangnya ke luar negeri. David Recardo menerangkan perlunya perdagangan luar negeri dalam mengembangkan suatu perekonomian. Teori Ricardo yang menerangkan mengenai keuntungan yang dapat diperoleh dari spesialisasi dan perdagangan merupakan teori hingga sekarang menjadi dasar kepada teori perdagangan luar negeri. Bedasarkan kepada teori tersebut, Negara-negara digalakkan menjalankan system perdagangan bebas, dimana system perdagangan luar negeri dimana setiap Negara melakukan perdagangan tanpa ada halangan perdagangan.
Disebagian Negara, ekspor dan impor meliputi bagian yang cukup besar dalam pendapatan nasional, secara ringkas diterangkan beberapa keuntungan dari perdagangan luar negeri :
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri, karena setiap Negara tidak dapat menghasilkan semua barang yang dibutuhkannya maka mereka terpaksa mengimpar barang-barang dari Negara-negara lain
2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi, walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan Negara lain tetapi ada kalanya lebih baik apabila Negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri, hal tersebut didasari untuk mempertinggi keefisiensian penggunaan faktor-faktor produksi.
3. Memperluas pasar industry-industri dalam negeri, apabila kapasitas produksi dalam negeri belum mencapai tingkap optimum maka dengan meningkatkan perdagangan keluar negeri melalui ekspor dapat meningkatkan produksinya serta dengan meningkatnya produksi maka dapat mengurangi biaya produksi.
4. Menggunakan teknologi modern dan meningkatkan produktivitas. Perdagangan luar negeri memungkinkan Negara tersebut mengimpor mesin-mesin atau peralatan yang lebih modern dalam usaha peningkatan produksi

Proteksi dan Pembatasan Perdagangan
Berlakunya globalisasi dalam perdagangan dalam hubungan ekonomi luar negeri dan perkembangan praktek perdagangan bebas yang diatur oleh WTO member gambaran tentang sejauh mana berbagai Negara mengakui kebaikan persaingan bebas dan spesialisasi dalam perdagangan luar negri. walau bagaimanapun perlu disadari bahwa adakalnay sesuatu Negara perlu melakukan proteksi dan menciptakan halangan perdagangan . Berikut faktor-faktor yang mendorong proteksi :
1. Mengatasi masalah deflasi dan pengangguran , adakalahnya dari perkembangan ekonomi yang efisien di Negara-negara juga menimbulkan efek buruk kepada perekonomian. Perkembangan ini juga dapat mengurangi ekspor dari Negara yang bersangkutan atau impornya semakin besar. Efek ini juga berpengaruh terhadap pengurangan jumlah pekerja dan jumlah permintaan, maka pengangguran akan berlaku. Kecenderungan mengimpor yang semakin tinggi sebagai akibat perkembangan ekonomi yang lebih efisien dinegara-negara lain dan perkembangan ekonomi yang tidak mendorong di dalam negeri, kerapkali mendorong pemerintah untuk melaksanakan kebijakan proteksi.
2. Mendorong perkembangan industri baru, apabila biaya produksi tinggi dan mutu produksinya belumlah sebanding dengan jenis barang yang sama yang diproduksi di luar negeri, maka industry baru akan mengalami kesukaran untuk menjual produksinya pada harga yang sama dengan barang-barang buatan luar negeri. Dalam keadaan ini proteksi bertujuan agar industry yang baru didirikan dapat berkembang dan akhirnya dapat bersaing dengan produksi yang sama dari luar negeri.
3. Mendiversifikasikan perekonomian, Bagi negara yang sedang berkembang sektor pertanian biasanya dikelola dengan pertanian tradisional, sehingga pendapatan masyarakat sangat rendah. Untuk meningkatkan pendapatan tersebut dan mengukuhkan struktur ekonomi maka diversivikasi kegiatan ekonomi ditingkatkan dengan mengembangkan sector ekonomi. Mak untuk menunjang hal tersebut proteksi dilaksanakan.
4. Menghindarai kemerosotan industri-industri tertentu, Perkembangan industry mengharapkan suatu produksi yang bermuntu, berkualitas dan harga lebih rendah, sehingga bagi suatu negara jika membebaskan masyarakatnya untuk mengimpor produk maka di kuwatirkan industry dalam negari hancur sehinga kebijakan proteksi dilakukan.
5. Memperbaiki neraca pembayaran, Neraca pembayaran sangat tergantung pada berapa jumlah ekspor dan impor , sehinga untuk memperbaiki kebijakan proteksi dilakukan.
6. Menghindari dumping, Kelebihan kapasitas produksi yang tidak diimbangai dengan penjualan didalam negeri, menimbulkan usaha menjual produksi diluar negeri dengan harga murah. Hal ini berdampak pada negara pengimpor jika tidak di imbangi dengan proteksi dikuwatirkan industi dalam negeri akan mati dan peningkatan pengangguran meningkat.
7. Menambah pendapatan pemerintah. Menaikkan pajak impor bukan hanya untuk menghambat masuknya produk luar negeri tapi juga dapat meningkatkan pendapatan pemerintah dari pajak tersebut.

Alat pembatas perdagangan
Proteksi dan pembatasan perdagangan adalah kebijakan –kebijakan pemerintah dalam mebatasi atau mengurangi barang-barang yang diimpor, jenis alat-alat yang dapat dilakukan dalam pembatasan perdaganga adalah :
1. Tarif dan pajak impor
2. kuota pembatasan impor
3. Hambatan perdagangan bukan tarif ( peraturan-peraturan pemerintah)
4. Pembatasan penggunaan valuta asing

Globalisasi dan pertumbuhan ekonomi
Globalisasi merupakan satu konsep yang sering dinyatakan orang masa kina , tetapi yang menyatakan dan membahasnya mempunyai pengertian yang berbeda mengenai konsep tersebut, hal ini karena terkait dengan berbagai bidang termasuk ekonomi , politik olah raga , social dan sebagainya. Berdasarkan perisatiwa ekonomi yang berlaku diseluruh dunia semnjak selesainya perang dunia ke dua , maka globalisai dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam saling ketergantungan dalam keadaan dan kegiatan ekonomi diantara berbagai negara di dunia. Pengertian globalisai terutama dikaitkan dengan perkembangan ekonomisejak tahun 1970an, sehingga tingkat ketergantungan antar berbagai negara semakin meningkat, hal inidisebabkan beberapa faktor :
1. Perkembangan politik dunia
2. Peningkatan praktek perkembangan bebas
3. Perkembangan perusahaan multinasional
4. Perkembangan investasi portofolio di pasaran luar negeri
5. Kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan pengangkutan

Peningkatan keterbukaan berbagai negara dalam menjalankan perdagangan luar negerinya sangat berperan dalam peningkatan globalisasi. Berikut beberapa kebaikan globalisasi :
1. Produksi dunia dapat ditingkatkan
2. meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
3. Meluaskan pasar untukhasil produksi dalam negari
4. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
5. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Kritik terhadap globalisasi bersumber dari efek buruk yang mungkin ditimbulkan oleh globalisasi. berikut implikasi buruk dari globalisasi :
1. Menghambat pertumbuhan sector industry manufakturing, salah satu dari efek perdagangan bebas antara lai negara-negara berkembang tidak dapatmenggunakan tariff yang tinggi dan proteksi kepada industry yang baru berkembang
2. Memperburuk keadaan neraca pembayaran
3. Sektor keuangan semakin tidak stabil
4. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Sabtu, 20 November 2010

Pengangguran Dan Kebijakan Pemerintah

Pengangguran dan inflasi adalah dua masalah ekonomi utama yang dihadapi setiap masyarakat. Kedua masalah ekonomi tersebut dapat mengakibatkan beberapa efek buruk yang bersifat ekonomi, politik dan sosial. Untukmenghindari berbagai efek buruk yang timbul, berbagai kebijakan ekonomi perlu dijalankan. Tiga bentuk kebijakan pemerintah dapat dijalankan dalam menghadapi pengangguran dan inflasi meliputi kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan segi penawaran.

Masalah Pengangguran
Terdapat dua cara untuk menggolongkan jenis-jenis pengangguran yaitu; 1) berdasarkan sumber atau penyebabnya dan 2) berdasarkan ciri pengangguran yang berlaku. Berdasarkan sumber atau penyebabnya, pengangguran dapat dibedakan menjadi :
1. Pengangguran normal atau friksional . Pengganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi sedang mencari kerja yang lebih baik. Dalam perekonomian yang berkembang pesat, penggangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Seabaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja, maka pengusaha menwarkan gaji yang lebih tinggi dan mendorong para pekerja untuk meninggalakan pekerjaan yang lama dan mencari pekerjaan yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya.
2. Pengangguran Siklikal. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan stabil, adakalanya permintaan lebih tinggi dan mendorong para pengusaha menaikkan produksinya sehingga lebih banyak pekerja baru digunakan dan akan mengurangi pengagnguran dan suatu ketika permintaan menurun yang akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja atau bahkan mengakibatkan menutup perusahaan maka pengangguran akan bertambah.
3. Pengangguran Struktural. Tidak semua industry dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagian akan mengalami kemunduran. Kemerosotan ini dapat ditimbulkan adanya barang yang lebih baik, kemajuan teknologi, biaya pengeluaran yang sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, serta hal ini menyebabkan produksi industry tersebut turun dan terpaksa mengurangi pekerja dan menyebabkan pengagguran. Pengangguran ini di golongkan sebagai pengangguran struktural yang disebabkan adanya perubahan struktur kegiatan ekonomi.
4. Pengangguran Teknologi. Pengangguran ini dapat ditimbulkan karena adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin atau karena penggunaan teknologi
Berdasarkan ciri pengangguran yang berlaku, pengangguran dapat dibedakan menjadi :
1. Pengangguran Terbuka. Pengangguran ini tercipta akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Mereka secara nyata dan sepenuh waktu menganggur dan karenanya dinamakan pengagguran terbuka . penganguran ini juga sebagai akibat kegiatan ekonomi yang menurun karena kemajuan teknologi yang mengurangi tenaga kerja atau akibat kemunduran suatu industri.
2. Pengangguran tersembunyi. Pengangguran ini terjadi karena penggunaan tenaga kerja yang melebihi dari kebutuhan tenaga kerja yang sesungguhnya , hal ini di pandang agar kegiatan lebih efisien.
3. Pengangguran Bermusim. Pengangguran ini terutama terdapat disektor pertanian dan perikanan. Pada musim tanam dan musim panen biasanya petani membutuhkan pekerja yang banyak namun pada kegiatan pasca tanam dan panen petani mengurangi jumlah pekerja, pengangguran ini disebut pengangguran bermusim
4. Setengah menganggur. Dinegara-negara berkembang sebagian warga sering melakukan migrasi dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Namun tidak semua mendapatkan pekerjaan dengan mudah, ada yang bekerja setengah hari, ada yang bekerja, dua hari atau tidak menentu, pengangguran ini dinamakan setengah menganggur (underemployed/underemployment).

Tujuan Kebijakan Pemerintah
Untuk menghindari efek negativef dari pengangguran, beberapa tujuan kebijakan pemerintah meliputi :
a. Tujuan bersifat Ekonomi
1. Menyediakan lowongan pekerjaan , Dalam jangka panjang usaha untuk mengatasi pengangguran perlu dilakukan karena jumlah penduduk terus bertambah dan akan menyebabkan pertambahan jumlah tenaga kerja.
2. Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat, Kenaikan kesempatan kerja akan menambah produksi nasional dan pendapatan nasional, perkembangan ini selanjutnya kan menambah kemakmuran masyarakat
3. Memperbaiki Pembagian pendapatan, pengangguran yang semakin tinggi menimbulkan efek yang buruk kepada kesamarataan pembagian pendapatan, pekerja yang menganggur tidak memperoleh pendapatan . Maka semakin besar pengangguran , semakin banyak golongan tenaga kerja yang tidak mempunyai pendapatan.

b. Tujuan bersifat Sosial dan politik
1. Meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga, Efek dari pengangguran mengurangi taraf hidup dalam keluarga yang secara langsung dapat mengurangi kemampuan keluarga dalam meningkatkan pendidikan dalam keluarganya. Secara psikologi efek tersebut dapat menimbulkan perasaan rendah diri, kehilangan kepercayaan dan perselisihan keluarga.
2. Menghindari masalah kejahatan. Pengangguran menyebabkan para pekerja kehilangan pendapatan, sehingga dapat menimbulkan efek negatif berupa kejahatan karena tuntutan ekonomi sehingga semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.
3. Mewujudkan kestabilan politik, Kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang diperlukan untuk menaikkan taraf kemakmuran masyarakat memerlukan kestabilan politik. Pengangguran merupakan salah satu sumber dari ketidakstabilan politik.