Sabtu, 14 Mei 2011

RESIKO, KETIDAKPASTIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dalam pengambilan suatu keputusan terdapat hal yang perlu kita ketahui yaitu adanya suatu keputusan yang bersifat pasti dan ada yang bersifat tidak pasti (certainty dan uncertainty). Penentuan certainty dan uncertainty sangat terkait dengan bagaimana suatu kemungkinan kejadian itu dapat diukur (probabilitas). Probabilitas diistilahkan sebagai pengukuran kuantitas berbagai kemungkinan kejadian yang tidak pasti.
Resiko adalah kata atau kondisi yang hampir selalu dihadapi dalam hidup, tidak mungkin manusia hidup tanpa resiko, begitu juga dengan bisnis atau usaha . Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan resiko. R esiko adalah:
  • Ketidak pastian mengenai sesuatu
  • Kejadian yang tidak diinginkan
  • Sesuatu yang terjadi diluar tujuan semula
  • Kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan
Resiko adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari.
Bebarapa cara yang lazim dalam menghadapi resiko :
  • Menghindari resiko (avoiding risk) yaitu menghindari penyebab timbulnya resiko
  • Mengurangi resiko (reducing risk) yaitu memperkecil kemungkinan /probabilitas untuk terjadinya resiko tersebut atau memperkecil kerugian atau akibat resiko yang mungkin terjadi
  • Mengasuransikan resiko (shifting the risk into an insurance company) yaitu memindahkan resiko yang bakal terjadi ke perusahaan asuransi
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh resiko yang diasuransikan (insurable risk) adalah
  • Peluang (probability) terjadinya resiko tersebut harus dapat diperkirakan (predictable)
  • Besarnya kerugian yang timbul oleh resiko tersebut harus dapat terukur (measurable)
  • Resiko atau kerugian tersebut terjadi tidak direkayasa
  • Resiko atau kerugian tersebar luas disemua wilayah
  • Perusahaan asuransi berhak untuk menerima atau menolak resiko yang akan diasuransikan
  • Perusahaan asuransi dapat menolak untuk membayar resiko yang terlalu kecil sehingga biaya memproses tagihan /klaim lebih besar dari tagihan
Dalam menjalankan usaha atau bisnis perusahaan ,manajemen dalam menghadapi resiko dapat menentukan sikap terhadap resiko tersebut, yaitu :

  • Menghindar dari resiko (risk avers) , perusahaan akan menghitung mana yang lebih besar antara resiko dan harapan keuntungan. Bila resiko ternyata lebih besar dari keuntungan, maka manajemen yang masuk kelompok risk averse akan menghindar dari usaha tersebut

  • Netral terhadap resiko (risk neutral) yaitu sikap rasional dalam menghadapi resiko, bila peluang usaha mempunyai harapan keuntungan yang bakal diperoleh dan juga peluang resiko mungkinjuga terjadi.
  • Senang bermain dengan resiko (risk seeker )
 
Mengukur Resiko
Besar kecilnya resiko dapat diukur dengan konsep statistik, yaitu teori probabilitas (Pi) . variance (σ 2) /standar deviasi (σ)
Probabilitas (Pi) adalah peluang timbulnya kejadian anyara 0 < Pi < 1, Besarnya probabilitas suatu kejadian antaraa 0 dan 1. Jumlah probabilitas dari seluruh kejadian yang mungkin terjadi adalah 1 (ΣPi = 1).
Jenis kejadian (event) menurut probabilitas adalah
  • Kejadian yang pasti terjadi (certainty event) bila Pi = 1
  • Kejadian yang tidak mungkin terjadi (impossible event) bila Pi = 0
  • Kejadian yang mungkin terjadi (possible event) bila 0 < Pi < 1
Nilai Harapan (Expected Value)dan Resiko (Risk)
Dari sudut manajemen nilai harapan dan resiko berkaiatan dengan keputusan yang kan dibuat sekarang untuk dilaksanakan dimasa yang akan datang.
Nilai rata-rata yang diharapkan (Expected Value)
E(x) = ΣXi.Pi
Xi = even / kejadian
Pi = Probabilitas terjadinya Xi
E(x) dalam statistik diskriptif dikenal dengan rata-rata hitung probabilitas, dinotasikan Pi adalah besarnya peluang untuk terjadinya suatu kejadian dari beberapa alternative kemunkinan.
Resiko secara statistic dapat dirumuskan sebagai penyimpangan (dari harapan), besarnya resiko dapat diukur dengan variance (σ 2) /standar deviasi (σ)
Alternatif Analisis Resiko
Dalam pengambilan keputusan beberapa risk analisys yang biasanya digunakan oleh manajemen meliputi :
1. Prinsip teori kemungkinan (probability)
Kejadian ke i
Pi
Nilai (Xi)
Pi.Xi
[Xi –E(X)] 2
Pi[Xi –E(X)] 2
Untung 0,5 Rp 5.000 Rp 2.500
11.560.000
5.780.000
Impas 0,2
0
0
2.560.000
512.000
Rugi 0,3 -Rp 3.000 -Rp 900
21.160.000
6.348.000
Jumlah ΣPi = 1   Rp 1.600  
12.640.000
E(x) = 1.600 variance (σ 2) = Rp 12.640.000 standar deviasi (σ) Rp 3.555,3
Nilai Harapan (Expected Value) = Rp 1.600 dan Resiko (Risk)= Rp 3.555,3
BAGAIMANA SIKAP ANDA TERHADAP BISNIS DIATAS ?
2. Menggunakan Pay off Matrix (matrik kemungkinan)
Pay off Matrix adalah matrik yang memuat informasi mengenai kemungkinan yang dapat terjadi (possible outcome), serta nilai dari masing-masing outcome tersebut.
Contoh
Produsen ice cream merk AHOO’ dengan biaya produksi perbuah Rp 600,- dan harga jual perbuah Rp 1.000,- bila hari tidak hujan dan tidak panas dapat menjual 2000 buah, sedangkan bila hari panas dapat menjual 3000 buah. Sebelum memutuskan untuk berapa yang harus diproduksi , maka terlebih dahulu harus melihat dulu cuaca yang akan datang/esok hari untuk menghindari kerugian dari potensi permintaan (loss potensial demand) dan total loss dari bisnis esok harinya.
Misal hujan (p = 0,25) , cerah (p = 0,50) dan panas (p = 0,25). Untuk menjaga strategi produksi 1.500 buah dan 2.500 buah perhari. Berdasarkan data diatas dapat disusun Pay off Matrix sebagai berikut :
Strategi Produksi Hujan (s/d 1.000)
(p = 0,25)
Cerah (s/d 2.000)
(p = 0,50)
Panas (s/d 3.000)
(p = 0,25)
1.000 Rp 400.000 Rp 400.000 Rp 400.000
1.500 Rp 100.000 Rp 600.000 Rp 600.000
2.000 - Rp 200.000 Rp 800.000 Rp 800.000
2.500 - Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 1.000.000
3.000 - Rp 800.000 Rp 200.000 Rp 1.200.000
Berdasarkan pay off matrik dapat dihitung nilai harapan (expected value) dan resiko (risk) dari masing-masing produksi
Strategi Pilihan Unit Produksi Nilai Harapan E(x) dalam Rp Nilai Resiko dalam Rp
1 1.000
400.000
0
2 1.500
475.000
216.506
3 2.000
550.000
433.127
4 2.500
375.000
544.862
5 3.000
200.000
707.107
Dari tabel nilai harapan dan resiko diatas kita dapat menentukan nilai harapan yang paling besar dan nilai resiko yang kecil dapat kita pilih sebagai alternative pengambilan keputusan , namun strategi tersebut bukanlah suatu strategi yang harus dipilih tetapi sangat tergantung pada DECISION MAKER (pembuat keputusan)
3. Pohon Keputusan (Decision Tree)
Pohon keputusan adalah gambaran atau informasi yang menguraikan hasil dan dampak dari setiap alternative keputusan. Pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh karakteristik dari pengambil keputusan, apakah dia seorang yang menghindar resiko, atau netral terhadap resiko atau bahkan seorang yang senang bermain dengan resiko .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar