Selasa, 21 Februari 2012

STUDI KELAYAKAN BISNIS (1)



Untitled Document
  • Pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
Yang dimaksud dengan studi kelayakan bisnis adalah penelitian dan penilaian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilakukan dengan berhasil (menguntungkan). Pengertian menguntungkan berhasil atau layak, ada yang menafsirkan dalam arti sempit dan arti luas. Pengertian arti sempit, biasanya pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomi suatu investasi.Pengertian dalam arti luas, biasanya pemerintah atau lembaga non profit disamping manfaat ekonomi masih ada manfaat lain yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
  Manfaat Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum melakukan investasi yang kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara tertulis, Manfaat yang bisa diperoleh hasil laporan studi kelayakan bisnis ini bisa digunakan sebagai pedoman/alat untuk mengetahui sampai sejauh mana kegiatan investasi telah dilakukan. Pada intinya laporan SKB ini bisa untuk alat pengawasan.
  Tujuan diadakan Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
    Suatu proyek investasi pada umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang karenanya perlu diadakan suatu studi atau penelitian dan penilaian sebelumnya. Banyak sebab yang mengakibatkan suatu proyek ternyata kemudian tidak menguntungkan/gagal. Sebab itu bisa berwujud kesalahan perencanaan, kesalahan analisa pasar, kesalahan dalam memprediksi bahan baku, kesalahan merekrut tenaga kerja. Disamping itu juga karena kesalahan dalam analisa lingkungan.
    Untuk itulah studi tentang kelayakan minimal ekonomis menjadi sangat penting. Dengan ringkas kita bisa mengatakan bahwa tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan.
    Hubungan antara Studi Kelayakan dengan disiplin Ilmu Lainnya
    Studi kelayakan dibangun dari disiplin ilmu lainnya. Tanpa sumbangan ilmu lainnya, Studi kelayakan tidak mungkin ada. Studi Kelayakan merupakan ilmu terapan, sebagai ilmu terapan digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dalam kegiatan ekonomi dan Studi Kelayakan dilengkapi dengan berbagai alat bantu yang berasal dari berbagai disiplin ilmu lain. Sebagai contoh misalnya untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan dapat diterima pasar atau tidak teori dan ilmunya ada di Manajemen Pemasaran, barang dan jasa yang dihasilkan apakah sudah diproduksi secara efektif dan efisien bisa dipelajari di Manajemen Operasi, apakah bisnis yang akan dijalankan menguntungkan atau tidak Manajemen Keuangan menyediakan penghitungan proyeksi laba rugi, arus kas dan rasio-rasio keuangannya.
    Kontribusi antara Ilmu Lain dan Studi Kelayakan
    Disiplin Ilmu
    Bentuk Kontribusi
    Manfaat
    Pemasaran
    • Analisa permintaan dan penawaran
    • Mencari pasar dan menghitung pasar potensial, permintaan efektif, segmen pasar
    • Analisis persaingan
    • Pemilihan strategi pemasaran
    Untuk mengetahui dan menilai apakah produk yang dihasilkan dapat diterima dan diserap oleh pasar
    Manajemen SDM
    • Struktur Organisasi
    • Analisa Jabatan
    • Proses Rekrutmen
    • Teknik pemberian kompensasi
    • Teknik pemberian motivasi
    • Masalah pemeliharaan tenaga kerja
    Untuk menilai kapabilitas tim dan menempatkan orang pada tempat yang tepat.
    Manajemen Keuangan
    • Menentukan Modal Kerja
    • Menentukan Modal Investasi
    • Menilai arus kas
    • Membuat proyeksi rugi laba dan neraca perusahaan
    • Mengetahui tingkat pengembalian modal
    • Mengetahui profitabilitas, likuiditas, dan rentabilitas usaha yang dijalankan
    Mengetahui apakah bisnis yang akan dijalankan menguntungkan / tidak
     
    Manajemen Operasi dan Produksi
    • Pemilihan desain produk yang akan diproduksi
    • Penghitungan kapasitas perusahaan
    • Pemilihan mesin dan teknolog serta peralaan yang akan digunakan
    • Penentuan lokasi usaha
    • Penataan lay-out mesin, bangunan dan fasilitas lain
    • Penghitungan skala produksi yang ekonomis
    Untuk mengetahui dan menilai apakah barang dan jasa yang dihasilkan sudah diproduksi secara efektif dan efisien.
    Aspek Hukum Dalam bisnis
    • Memilih badan hukum yang tepat
    • Menentukan prosedur pendirian
    • Menilai apakah usaha yang akan dijalankan melangar ketentuan UU atau ketentuan peraturan yang berlaku / tidak
    Untuk menilai bentuk organisasi yang tepat
    Ilmu Sosial dan Lingkungan
    • Dampak pencemaran lingkungan (Amdal)
    • Penyerapan tenaga kerja
    • Dampak social
    Untuk menilai dampak pencemaran dan pengaruh-nya terhadap kondisi sosial masyarakat.
    Lembaga-lembaga yang Memerlukan Studi Kelayakan
    Pembuatan studi kelayakan digunakan untuk memenuhi permintaan pihak-pihak yang berbeda. Masing-masing pihak mempunai kepentingan serta sudut pandang yang berbeda.
    • Investor
    Pihak yang menanamkan dana dalam suatu proyek tentunya akan lebih memperhatikan prospek usaha tersebut. Prospek disini dimaksudkan keuntungan beserta resiko investasi. Gambaran pospek ini sedikit banyak tercermin dari suatu Studi Kelayakan Bisnis (SKB)
    • Kreditur/Bank
    Pihak kreditur/ Bank memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan. Mereka mengharapkan bunga plus angsuran pokok bisa dibayarkan tepat waktu.
    • Pemerintah
    Pemerintah terutama lebih berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi perekonomian nasional.
    Tahap Penyusunan SKB
    Dalam studi kelayakan langkah pertama yang perlu ditentukan adalah :
    • Identifikasi kesempatan usaha
    • Perumusan
    • Penilaian, melakukan penilaian terhadap berbagai aspek
    • Pemilihan, melakukan pemilihan dengan mengingat segala keterbatasan dan tujuan yang dicapai.
    Hal-hal yang perlu diketahui dalam membuat suatu Studi kelayakan adalah :
    • Ruang lingkup kegiatan proyek/bisnis
    • Cara kegiatan proyek/bisnis dilakukan
    • Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan terhadap keberhasilan suatu proyek/bisnis
    • Sarana yang diperlukan oleh proyek/bisnis
    • Hasil kegiatan proyek/bisnis tersebut
    • Akibat (dampak), baik yang bermanfaat atau tidak dari adanya proyek/bisnis tersebut
    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan, yaitu :
    • Besarnya dana yang ditanamkan atau dinvestasikan
    • Tingka ketidakpastian proyek/bisnis
    • Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek/bisnis.
    Pembuatan Studi Kelayakan Proyek/Bisnis
    Fase pertama dalam membuat suatu studi kelayakan proyek/bisnis adalah identifikasi kesempatan usaha, baru kemudian diikuti fase berikutnya.
    Pada umumnya tahap-tahap untuk melakukan proyek investasi sebagai berikut :
    • Identifikasi . Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan berupa menelaah atau melihat adanya kesempatan nvestasi yang mungkin menguntungkan.
    • Perumusan . Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan berupa menerkemahkan kesempatan investasi kedalam suatu rencana proyek/bisnis yang kongrit
    • Penilaian. Pada tahap ini dilakukan kegiatan analisis situasi dengan alat analisis yang diperlukan dan menilai aspek-aspek yang penting serta menentukan keberhasilan suatu proyek/bisnis.
    • Pemilihan. Berdasarkan tahap penilaian maka ditentukan pilihan proyek/bisnis yang menguntungkan.
    • Implementasi. Menyelesaikan proyek/bisnis yang sudah dipilih dengan tetap berpegang pada perencanaan dan anggaran yang telah ditentukan.
    Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis
    • Aspek Pasar dan Pemasaran
    • Aspek teknis dan Teknologi
    • Aspek Manajemen
    • Aspek Hukum
    • Aspek Lingkungan
    • Aspek keuangan
    • Aspek Ekonomi dan Sosial
     
    Alat-alat analisis yang biasanya digunakan dalam suatu studi kelayakan bisnis, a n tara lain :
      • Peramalan, seperti peramalan permintaan dan peramalan penjualan
      • Survey khusus,
      • Metode Penilaian Investasi,
      • Analisa BEP
      • Analisa Sumber dan Penggunaan dana
      • Analisa jabatan
      • Analisa beban kerja, dan lain-lain.



    Senin, 14 November 2011

    SISTEM PEMBAYARAN INTERNASIONAL

    kita telah menguraikan peranan dari alat tukar dan kurs devisa dalam menentukan pola perdagangan internasiorial. Kita simpulkan bahwa dengan adanya alat tukar dan kurs devisa, keunggulan kômparatif tetap merupakan faktor penentu yang fundamental bagi pola perdagangan internasional. Namun batas yang tepat antara barang barang mana yang diekspor dan barang-bararig mana yang diimpor oleh suatu negara ditentukan oleh azas keunggulan mutlak. Pembayaran interñasional dilakukan dalam:
    1. Pertukaran barter
    2. Sistem standar emas penuh
    3. Sistm standar devisa emas
    4. Sistem uang internasional
    a.       Pertukaran Barter
    Perdagangan terjadi dengan cara menukar barang langsung dengan barang. Jadi nilai ekspor suatu negara akan melalui sama dengan nilal impornya. Namun dalam dunia barter seperti in ipun masih ada kemungkinan bagi suatu negara untuk mengimpor barang yang lehih besar daripada produksi ekspornya. Kelebihan impor di atas jumlah produksi barang ekspor tersebut dibayar dan stok barang yang dimiliki dengan negara tersebut.
    b.       Sistem standar emas penuh
    Sistem pertukaran barter selalu lambat dan sulit. Apabila saya menginginkan menukarkan seekor kambing saya dengan 20 meter tekstil, saya harus mencari orang yang kebutuhannya persis berkebalikan dengan saya, yaitu yang ingin menukarkan 20 meter tekstllnya dengan seekor kambing. Mempertemukan dua. orang yang kebetulan mempunyai kebutuhan yang persis kebalikan tidaklah mudah. Oleb sebab itu sejak lama orang telah menemukan “uang” sebagal alat tukar yang mempermudah peitukaran. Bila alat tukar yang diterima umum telah ada, maka yang säya lakukan adalah dengan menggunakan emas.
    Menurut Robertson , Standar Emas adalah suatu keadaan dimana suatu negara memelihara perbandingan nilai kesatuan uangnya dengan seberat emas tertentu. Pemeliharaan nilai kesatuan uang tersebut terhadap seberat emas tertentu jika dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
    1.   Pemerintah harus selalu bersedia menjual dan membeli emas dalam jumlah yang tidak terbatas dengan harga tetap yang sudah ditentukan oleh undang-undang.
    2.   Pemerintah harus memberikan ijin kepada setiap orang untuk melebur mata uang emasa , membuat mata uang emas dan menjual belikan emas.

    Sesungguhnya kedua syarat tersebut diatas hanya diperlukan dalam masa dimana negara-negara itu membuat mata uangnya dari pada  emas. Jika nilai uang menunjukkan tanda-tanda lebih tinggi daripada nilai seberat emas yang ditentukan , maka masyarakat cenderung menjual emas kepada pemerintah. Hal ini memungkinkan pemerintah dapat menambah atau memperluas jumlah uang. Pertambahan atau perluasan jumlah uang menyebabkan turunnya nilai uang . Dalam masa dimana negara-negara tidak mempergunakan mata uang emasa sebagai alat pembayar, maka syarat kedua diatas tidak perlu lagi untuk tetap mempertahankan negara yang bersangkutan dengan standar emas. Jadi nilai kesatuan uang akan tetap dijamin sama nilainya, jika nilai kesatuan uang akan sama dengan seberat emas tertentu, sebab bila mana nilai uang  lebih rendah daripada nilai emas orang akan membeli emas dari pemerintah dan menjual logam tersebut dipasar.

    Menurut perkembangannya, standar emas dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
    a.    Full Gold standar (standar emas penuh) , yaitu satu sistem keuangan dimana mata uang emaslah sepenuhnya yang beredar dalam masyarakat. Namun lambat laun bukan lagi emas yang sepenuhnya beredar dimasaayarakat. Pada waktu selanjutnya jumlah mata uang emasa mulai berkurang dan didampingi oleh mata uang kertas, dimana mungkin jumlahnya hampir sama. Jadi pengertian ini berubah menjadi suatu sistem keuangan dimana ada mata uang emas yang beredar dalam lalun lintas tukar menukar dan dimana niali satu kesatuan uang tetap terjamin dengan nilai seberat emas tertentu.
    Dalam sistem ini peredaran emas adalah bebas dan masyarakat bebas melebur dan menempa mata uang emas yang diberikan oleh undang-undang. Dengan adanya kebebasan seperti ini maka sudah jelas bahwa mata uang emas berubah-ubah sesuai dengan harganya.
    b.    Standar Inti emas, dalam standar ini hak masing-masing orang bebas  menempa matau uang emas telah dicabut. Namun demikian bank sentral masih tetap bersdia membeli dan menjual emas dengan harga sesuai dengan yang ditetapkan oleh undang-undang dalam jumlah yang tidak terbatas. Standar Inti Emas ini dijadikan sebagai langkah pemerintah agar persediaan emas yang ada dalam negeri dijadikan reserve untuk pembayaran-pembayaran ke luan negeri, sebagai ganti mata uang emas ini maka dikeluarkan uang kertas yang dapat dianggap sebagai alat penukar yang syah. Standar Inti emas ini dipraktekkan di Inggris sejak tahun 1925 hingga 1931. Berikut ini  perbedaan antara Standar Emas Penuh  dengan Standar Inti Emas.

    Standar Emas Penuh
    1.           Selalu dipelihara  perbandingan nilai kesatuan uang dengan seberat emas tertentu
    2.           Bank sentral selalu bersedia membeli dan menjual emasa kepada siapapun juga dengan harga sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh undang-undang
    3.           Mata uang emas beredar dalam lalu lintas tukar menukar
    4.           Masyarakat mempunyai kebebasan untuk menempa mata uang emas atau melebur uang emas

    Standar Inti Emas
    1.           Selaludipelihara perbandingan nilai antara nilai kesatuan uang denganseberat emas tertentu
    2.           Bank sentral selalu bersedia membeli dan menjual emas kepada siapapun juga dengan harga sesuai dengan yang ditetapkan oleh undang-undang
    3.           Mata uang emas masih beredar dalam lalu lintas tukar menukar tetapi dalam masyarakat jumlah yang lebih kecil
    4.           Masyarakat tidak mempunyai hak lagi untuk menempa mata uang emas
    c.    Standar Wissel Emas
    Dalam standar wissel emas Bank Sentral tiak diharuskan lagi untuk selalu menukarkan mata uang kertas yang dibawa kepadanya dengan emas. Jadi tidak ada lagi keharusan menurut Undang –Undang untuk membeli terlebih dan menjual emas kepada siapapun juga dengan harga tertentu. Sekalipun demikian disini masih selalu harus dipelihara perbandingan nilai antara nilai kesatuan uang dengan seberat emas yang tertetu.
    Dalam standar ini emas disimpan dibank sentral dan hanya dapat dikeluarkan dengan seizing pemerintah . Pemerintah mengusahakan agar sebanyak mungkin emas yang ada dalam negeri dapat disimpan dalam Bank sentral yang dalam persediaannya dipergunakan untuk membeli saham-saham investasi luar negeri, karena saham selain memberikan bunga juga dapat dipergunakan sebagai alat pembayar luar negeri. Emas kadang-kadang disimpan dibank-bank luar negeri atau kedalam surat-surat berharga yang dengan mudah ditukarkan kepada valuta asing atau langsung kepada emas.

    c.                            Standar Devisa emas
    Standar Devisa Emas atau Standar Emas internasional , suatu keadaan dimana sejumlah Negara-negara memakai emas sebagai alat pembayaran dalam penyelesaian hutang piutang yang timbul karena perdagangan sesama mereka dan dimana masing-masing Negara itu memelihara nilai kesatuan dengan seberat emas tertentu.
    Keuntungan utama dalam standar ini adalah bahwa penyelesaian hutang piutang antara Negara satu dengan Negara lain mudah dikerjakan yaitu dengan mengirim emas. Negara-negara yang tergabung dalam standar emas internasional hanya mungki dapat berjalan jika telah memenuhi dua syarat yaitu :
    1.   Tiap negara yang berada dalam standar emasa internasional harus berada dalam standar emas artinya Negara yang bersangkutan selalu akan memelihara nilai kesatuan uangnya dengan nilai kesatuannya dengan nilai sebesat emas tertentu.
    2.   Tiap negara yang berada dalam standar emas internasional itu membebaskan pemasukan emas ke dalam negeri dan pengiriman emas keluar negeri. Jadi ada kebebasan mengimport dan mengekspor emas.

    Kebaikan-kebaikan Standar Emas Internasional
    1.   Harga uang adalah stabil dan convertabel
    2.   Kestabilan nilai emas, kestabilan nilai emas hanya mungkin terjadi jika penambahan supply emas seluruhnya didunia tidak begitu besar. Jika produksi emas di dalam pertambangan-pertambangan emas meningkat dengan cepat, maka kestabilan nilai emas akan mengalami gangguan.
    3.   Sederhana dan otomatis,  standar emas ini bekerja secara otomatis , tidak begitu berseluk beluk dan tidak begitu banyak meminta pebatasan-pembatasan dan peraturan-peraturan
    4.   Secara otomatis mengisi kembali persediaan emas dinegara-negara yang telah banyak mengirim emas ke negeri lainnya.
    5.   Membawa keuntungan kepada negara-negara produsen emas
    6.   Standar emas internasional menyebabkan baik harga barang-barang, harga uang maupun nilai uang adalah stabil

    d.                           Mata uang internasional
    Pada waktu emas masih merupakan alat pembayaran utama bagi transaksi internasional, beberapa mata uang negara tertentu sudah muncul sebagai alat pembayaran internasional. Seperti Pounsterling dan Dolar Amerika. Tidak dapat disangkal lagi  bahwa kedua mata uang tersebut menjadi alat pembayaran internasional karena jumlah emas yang tersedia sebagai alat pembayaran tidak bisa lagi mengimbangi pertumbuhan perdagangan internasional yang begitu pesat. Agar pertumbuhan perdagangan internasional tidak terhambat , orang-orang mencari pengganti bagi emas. Kedua mata uang tersebut mempunyai ciri-ciri yang sama atau mendekati emas yaitu :
    1.   Setiap negara percaya bahwa mata uang tersebut akan diterima oleh negara lain sebagai pembayaran transaksi internasional
    2.   Nilai kedua mata uang tersebut sangat stabil
    Sebetulnya tidak hanya kedua mata uang negara tersebut saja yang dapat diterima sebagai pembayaran internasional, namu beberapa negara lainpun juga dapat diterima seperti frano Swiss, dan Golden Belanda. Namun kstabilan nilai ternyata merupakan faktor yang sangat menentukan apakah suatu mata uang bisa diteima dan berperan sebagai mata uang cadangan internasional.

    Minggu, 13 November 2011

    PENGORGANISASIAN

    Pengorganisasian adalah proses penenpatan orang-orang dan sumberdaya lainnya untuk melaksanakan tugas-tugas dalam pencapaian tujuan. Hal ini menyangkut  pembagian pekerjaan untuk diselesaikan dan mengkoordinasikan hasil-hasilnya.
    Struktur organisasi sebagai system atau jaringan kerja dan tugas-tugas , pelaporan relantionship dan komunikasi yang menghubungkan bersama  pekerjaan individual dan kelompok. Struktur organisasi dibagi menjadi 2 yaitu struktur organisasi formal yaitu yang menunjukkan cara organisasi dalam fungsinya dan struktur informal atau stuktur bayangan atau organisasi bayangan yaitu menunjukkan hubungan kerja setiap harinya dalam hal siapa berbicara dengan dan siapa biasanya berinteraksi dengan siapa.

    Berikut ini keuntungan dari struktur informal seperti berikut :
    -       Membantu para pekerja menyelesaikan pekerjaan mereka
    -       Membantu para pekerja mengatasai keterbatasan-keterbatasan dari struktur formal
    -       Memperbolehkan para pekerja berkomunikasi dengan lebih baik satu sama lain
    -       Memperbolehkan para pekerja mendukung dan melindungi satu sama lain
    -       Memuaskan kebutuhan-kebutuhan orang-orang dalam interaksi social

    Macam-macam struktur organisasi
    1. Struktur fungsional, para pekerja dengan kecakapan kerja hampir sama melakukan tugas-tugas yang sejenis ditepatkan secara bersama dalam kelompok-kelompok formal.

    Keuntungan-keuntungan struktur fungsional
    a.    Skala ekonomis dengan penggunaan sumberdaya secara efisien
    b.    Tugas-tugas yang konsisten dengan pelatihan-pelatihan teknis
    c.    Pemecahan masalah teknis yang berkualitas tinggi
    d.    Pelatihan yang mendalam dan perkembangan kecakapan kerja dalam fungsi-fungsi
    e.    Jenjang karir yang jelas dalam fungsi-fungsi

    2. Struktur divisional, mengelompokkan bersama para pekerja dengan kecakapan kerja dan tugas-tugas yang beragam namun bekerja untuk suatu produk yang sama, melayani pelanggan-pelanggan yang sama dan atau beroperasi pada daerah geeografis yang sama.

    Keuntungan-keuntungan struktur devisional
    a.    Fleksibiltas yang tinggi dalam merespon perubahan lingkungan
    b.    Meningkatkan koordinasi antar departemen fungsional
    c.    Menunjukkan dengan jelas pertanggungjawaban untuk produksi dan pelayanan pengiriman
    d.    Keahlian yang difokuskan pada pelanggan , produk-produk dan daerah-daerah khusus
    e.    Perkembangan atau penurunan ukuran yang mudah dengan menambah atau menghapus divisi-divisi

    3. Struktur Matrik, pendekatan yang digunakan dengan pertukaran fungsi antar tim yang permanen untuk menggabungkan kekuatan teknik dari struktur fungsional dengan pengintegrasian dari struktur devisonal.

    Kelebihan organisasi matrik
    a.    Kerjasama interfungsional, menyediakan cara mengkoordinasi kontribusi fungsional yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan program khusus
    b.    Fleksibilitas, memberikan kemudahan untuk menambah, mengurangi, mengganti focus tim untuk membuat gambaran program baru
    c.    Tanggungjawab yang lebih baik, matrik mengidentifikasikan dengan jelas para manajer yang bertanggungjawab untuk hasil kinerja.
    d.    Peningkatan pembuatan keputusan , matrik memaksa pembuatan keputusan dan pemecahan masalah pada tingkatan tim
    e.    Peningkatan manajemen strategic, matrik membebaskan para manajer puncak dari keputusan –keputusan rutin , membuat mereka mampu menggunakan waktu mereka untuk manajemen strategi yang lain.

    4. Struktur tim, tim permanen atau sementara dibuat untuk meningkatkan hubungan lateral dan memecahkan masalah melalui organisasi.

    5. Struktur jaringan, organisasi –organisasi menggunakan struktur jaringan yang meliputi inti penting yang tergabung melalui network dengan supplier dari luar dari bisnis-bisnis jasa yang penting.