Sabtu, 11 Desember 2010

Analisis Kebijakan Fiskal Dalam Sistem Perpajakan Sederhana (1)

Dalam perekonomian tertutup tanpa adanya tindakan fiskal pemerintah, diasumsikan bahwa besar-kecilnya pengeluaran masyarakat untuk konsumsi tergantung pada besar kecilnya pendapatan nasional. Demikan pula dengan saving, besar kecilnya saving suatu perekonomian diasumsikan tergantung kepada besar kecilnya pendapatan nasional.

Terhadap pernyataan-pernyataan tersebut perlulah kini lebih lanjut diketengahkan bahwa yang dimaksud dengan “pendapatan” atau “incame” dalam pernyataan-pernyataan tersebut adalah “pendapatan” atau “incame” dalam pengertian sebagai “earning” yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh para anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi yang mereka sumbangkan dalam turut serta membentuk produk nasional.

Dengan adanya tindalkan fiscal pemerintah, pengeluaran masyarakat untuk konsumsi tidak lagi secara langsung ditentukan oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional sebagai “ earning “ akan tetapi oleh tinggi-rendahnya “ pendapatan “ yang siap untuk dibelanjakan” yaitu yang biasa disebut “diaposible incame atau take home income “ Disposible income ini besarnya sama dengan besarnya pendapatan sebagai “earning “ ditambah dengan besarnya “transfer pemerintah “ dikurangi dengan besarnya “pajak” yang dipungut pemerintah.

Apabila Yd menunjukkan besarnya “disposable income “ Tr menunjukkan besarnya transfer pemerintah dan Tx menunjukkan besarnya pajak yang dipungut oleh pemerintah, maka secara matematik dapat ditulis

Yd = Y + Tr - Tx

Dengan mengetahui besar kecilnya konsumsi suatu masyarakat dalam analisis kita sekarang tidak lagi tergantung besar kecilnya pendapatan nasional sebagai “earning” , maka fungsi konsumsi yang berlaku untuk perekonomian tanpa adanya tindakan fiscal pemerintah seperti yang kita temukan C = a + cY tidak lagi dapat dipergunakan . Untuk perekonomian yang mengenal adanya tindakan fiscal pemerintah fungsi konsumsi mempunyai persamaan

C = a + cYd
Dimana
Yd = Y + Tr - Tx

Sedangkan fungsi saving dapat kita temukan dengan cara

S = Yd – C
S = Yd - ( a + cYd )
S = Yd - a - cYd )
S = ( 1 – c ) Yd - a

Mengingat
Yd = Y + Tr - Tx

Maka funsi konsumsi dapat ditulis

C = a + c (Y + Tr - Tx) atau
C = a + c Y + cTr - cTx

dan fungsi saving
S = (1 – c) (Y + Tr - Tx) – a
S = (1 – c)Y + ( 1 – c ) Tr - ( 1 – c ) Tx – a

Dan apabila “s” menunjukkan tingginya “ marginal propensity to save “ maka perumusan dapat diperpendek menjadi

S = sY + sTr - sTx - a


Perubahan Jumlah Konsumsi Dan Jumlah Saving Sebagai Akibat Daripada Perubahan Jumlah Transfer Pemerintah Dan Perubahan Pajak

Fungsi konsumsi dan fungsi saving yang dinyatakan dalam pendapatan nasional sebagai earning mengalami perubahan dengan berubahnya jumlah pajak yang dipungut pemerintah dan atau berubahnya jumlah pajak yang dipungut pemerintah dan atau berubahnya jjumlah transfer pemerintah yang disumbangkan kepada masyarakat, maka sebagai konsekwensinya adalah bahwa jumlah konsumsi dan juga saving pada tingkat pendapatan nasional yang sama akan berubah pula dengan berubahnya jumlah pajak dan jumlah transfer pemerintah tersebut.

Perumusan perumusan berikut dapat dipergunakan untuk mengetahui perubahan jumlah konsumsi dan perubahan jumlah saving pada tingkat pendapatan nasional tertentu sebagai akibat daripada berubahnya jumlah pajak dan berubahnya jumlah transfer pemerintah .

1. Perubahan Jumlah Konsumsi pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Pajak

Apabila jumlah konsumsi berubah dengan ∆C dari semula sebesar C menjadi ( C + ∆C ) sebagai akibat daripada berubahnya jumlah pajak sebesar ∆Tx dari semula sebesar Tx menjadi sebesar ( Tx + ∆Tx ), maka dapat ditulis.

( C + ∆C ) = a + c[ Y + Tr - ( Tx + ∆Tx ) ]
( C + ∆C ) = a + c[ Y + Tr - Tx ) - c∆Tx ) ]
( C + ∆C ) = C - c∆Tx

2. Perubahan Jumlah Saving pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Pajak
Apabila berubah pajak dari semula sebesar Tx menjadi ( Tx + ∆Tx ) sebagai akibat daripada berubahnya jumlah saving dari semula sebesar S menjadi sebesar ( S + ∆S ), maka dapat ditulis .

S + ∆S = ( 1 - c ) [ Y + Tr - ( Tx + ∆Tx ) ] - a
S + ∆S = ( 1 - c ) [ Y + Tr - Tx - ∆Tx ) ] - a
S + ∆S = ( 1 - c ) ( Y + Tr - Tx )  - a + ( 1 – c ) ( - ∆Tx )
S + ∆S = S + ( 1 – c ) ( - ∆Tx )
∆S = ( 1 – c ) ( - ∆Tx )

3. Perubahan Jumlah Konsumsi pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Transfer Pemerintah

Jika diterapkan pada perumusan seperti diatas maka kita akan menemukan bahwa perumusan untuk menghitung besarnya perubahan konsumsi sebagai akibat langsung daripada perubahan jumlah transfer pemerintah adalah sebagai berikut :

∆C = c∆Tr

4. Perubahan Jumlah Saving pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Transfer Pemerintah.

Jika diterapkan pada perumusan seperti diatas maka kita akan menemukan bahwa perumusan untuk menghitung besarnya perubahan saving sebagai akibat langsung daripada perubahan jumlah transfer pemerintah adalah sebagai berikut :

∆S = ( 1 – c ) ∆Tr

5. Perubahan Jumlah Konsumsi pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Transfer Pemerintah.dan Berubahnya Pajak

∆C = ∆CTr + ∆CTx
∆C = c∆Tr -  c∆Tx
∆C = c( ∆Tr - ∆Tx)

6. Perubahan Jumlah Saving pada Tingkat Pendapatan yang sama sebagai akibat Berubahnya Transfer Pemerintah dan berubahnya pajak

∆S = ∆STr + ∆STx
∆S = ( 1 – c) ∆Tr + ( 1 – c )(- ∆Tx )
∆S = ( 1 – c) ( ∆Tr - ∆Tx )

Perubahan yang terjadi pada perumusan-perumusan diatas adalah perubahan-perubahan jumlah konsumsi dan perubahan-perubahan jumlah saving yang langsung ditimbulkan oleh perubahan pajak atau perubahan jumlah transfer pemerintah. Dengan demikian yang dimaksud dengan perubahan jumlah konsumsi dan perubahan saving pada perumusan-perumusan diatas bukanlah perubahan jumlah konsumsi ekuilibrium semula atau jumlah saving ekuilibrium semula ke jumlah konsumsi ekuilibrium atau ke jumlah saving ekuilibrium yang baru.

Perubahan jumlah konsumsi ekuilibrium dan jumlah saving ekuilibrium dari tingkat pendapatan nasional ekuilibrium yang baru sebagai daripada perubahan pajak, perubahan transfer pemerintah dan perubahan pada variable-variabel lainnya.