Sabtu, 11 Desember 2010

Analisis Kebijakan Fiskal Dalam Sistem Perpajakan Sederhana (4)

D. Angka Pengganda Transfer Pemerintah
Angka Pengganda Transfer Pemerintah atau “ government tranfer multiplier “ adalah nilai perbandingan antara berubahnya jumlah pendapatan nasional ekuilibrium sebagai akibat daripada berubahnya jumlah transfer pemerintah dengan berubahnya jumlah transfer pemerintah yang mengakibatkan berubahnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium tersebut.

Apabila jumlah government transfer berubah dari semula sebesar “ Tr “ per tahun menjadi sebesar ( Tr + ∆Tr ) mengakibatkan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium berubah dari semula sebesar Y menjadi sebesar ( Y + ∆Y) per periode, maka berarti :

Sebelum adanya perubahan transfer pemerintah
Y = ( a + cTr - cTx + G + I) / (1 - c )

Sesudah adanya perubahan transfer pemerintah:
Y + ∆Y = [ a + c(Tr + ∆Tr ) - cTx + G + ∆G + I] / (1 - c )
Y + ∆Y = ( a + cTr - cTx + G + I) / (1 - c ) + c∆Tr / (1 - c )
∆Y = c∆Tr / (1 - c )
∆Y / ∆Tr = c / (1 - c )
KTr = ∆Y / ∆Tr = c / (1 - c )

E. Angka Pengganda Pajak
Angka pengganda pajak atau ‘ tax multiplier “ nilai perbandingan antara berubahnya jumlah pendapatan nasional ekuilibrium sebagai akibat daripada berubahnya jumlah yang dipungut oleh pemerintah yang menyebabkan berubahnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium .

Berbeda dengan angka-angka pengganda yang telah kita uraikan dimuka,angka pengganda pajak mempunyai tanda negative. Dengan negatifnya angka pengganda tersebut berarti bahwa bertambahnya jumlah pajak yang dipungut oleh pemerintah akan mengakibatkan menurunnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium. Dengan berkurangnya pajak yang dipungut oleh pemerintah , maka tingkat pendapatan nasional ekuilibrium akan menjadi lebih besar daripada tingkat pendapatan nasional ekuilibrium sebelumnya.
Apabila pajak diperbesar, maka pada tingkat pendapatan nasional yang sama “ disposable income “ menurun. Menurunya “ disposable income “ mengakibatkan berkurangnya pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dan menurunnya konsumsi ini akan mengakibatkan menurunnya tingkat pendapatan nasional. Sebaliknya sebagai akibat dari pada berkurangnya pajak yang dipungut oleh pemerintah, pada tingkat pendapatan yang sama “ disposable income “ bertambah besar. Dan dengan bertambahnya “ disposable income “ pengeluaran masyarakat untuk konsumsi bertambah. Dan bertambahnya “ consumption expenditure “ akan mengakibatkan pendapatan nasional meningkat.

Apabila besarnya pajak yang dipungut oleh pemerintah dari semula sebesar “ Tx “ per tahun menjadi sebesar ( Tx + ∆Tx) mengakibatkan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium berubah dari semula sebesar Y menjadi sebesar ( Y + ∆Y) per periode, maka berarti :

Sebelum adanya perubahan jumlah pajak yang dipungut pemerintah
Y = ( a + cTr - cTx + G + I) / (1 - c )

Sesudah adanya perubahan jumlah pajak yang dipungut pemerintah:
Y + ∆Y = [ a + cTr - c(Tx + ∆Tx ) + G + I] / (1 - c )
Y + ∆Y = [ a + cTr - cTx - c∆Tx ) + G + I] / (1 - c )
Y + ∆Y = [ a + cTr - cTx + G + I] / (1 - c ) + (-c∆Tx ) / (1 - c )
∆Y = (-c∆Tx ) / (1 - c )
∆Y / ∆Tx = -c / (1 - c )
KTx = ∆Y / ∆Tx = -c / (1 - c )

F. Angka Pengganda Anggaran Belanja Yang Seimbang
Dengan pertimbangan –pertimbangan tertentu, dalam memperbesar pengeluaran konsumsi pemerintah, pemerintah mungkin perlu menggunakan cara membelanjakan tambahan “ government expenditure “ tersebut dengan memperbesar pajak. Pengurangan “ government expenditure “ yang disertai oleh berkurangnya pajak dengan jumlah yang samajuga tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan nasional.

Angka pengganda yang kita pergunakan untuk mengalikan perubahan “ government expenditure “ yang dibarengi oleh berubahnya pajak dengan jumlah yang sama untuk menemukan perubahan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium yang terjadi inilah yang disebut “ balaced budget multiplier “ atau angka pengganda anggaran belanja yang seimbang.

Cara menentukan formula “ balaced budget multiplier “ atau angka pengganda anggaran belanja yang seimbang.

CARA I
Apabila pengeluaran konsumai pemerintah dari semula sebesar “ G “ per tahun menjadi sebesar ( G + ∆G) disertai dengan berubahnya pajak dari semula sebesar Tx menjadi ( Tx + ∆G) pertahun ( yaitu dengan ∆Tx = ∆G) maka Tx + ∆G = Tx + ∆Tx mengakibatkan tingkat pendapatan nasional ekuilibrium berubah dari semula sebesar Y menjadi sebesar ( Y + ∆Y) per periode, maka berarti :

Sebelum adanya perubahan pengeluaran konsumsi pemerintah dan perubahan pajak :
Y = ( a + cTr - cTx + G + I) / (1 - c )

Sesudah adanya perubahan pengeluaran konsumsi pemerintah dan perubahan pajak :
Y + ∆Y = [ a + cTr - c(Tx + ∆Tx ) + I + ( G + ∆G] / (1 - c )
Karena ∆Tx = ∆G maka
Y + ∆Y = [ a + cTr - c(Tx + ∆G ) + I + ( G + ∆G] / (1 - c )
Y + ∆Y = [ a + cTr - cTx - c∆G + I + ( G + ∆G] / (1 - c )
Y + ∆Y = [ a + cTr - cTx + I + ( G] / (1 - c ) + (- c∆G + ∆G ) / (1 - c )
∆Y = (- c∆G + ∆G ) / (1 - c ) = (1 - c )∆G / (1 - c )
∆Y / ∆G = (1 - c ) / (1 - c ) = 1
KB = ∆Y / (∆G = ∆Tx) = 1

CARA II
Mengingat bahwa transaksi ‘ balanced budget” terdiri dari perubahan “ government expenditure “ dan perubahan pajak dengan jumlah yang sama, maka disini bekerja dua angka pengganda yaitu “ government expenditure multiplier dan tax multiplier”. Oleh karena government expenditure multiplier besarnya sama dengan 1 / ( 1 – c ) dan tax multiplier besarnya sama dengan –c / ( 1 – c ), maka penjumlahan daripada kedua multiplier :

KB = KG + KTx = 1 / (1 - c ) + -c / (1 - c ) = 1
Ini berarti KB = 1